GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT DAN PERAWAT

A. Gambaran Umum Rumah Sakit

Definisi Rumah Sakit


Rumah sakit adalah salah satu dari sarana kesehatan tempat menyelengarakan upaya kesehatan. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat (Charles, 2004).

Tugas Rumah Sakit

Dalam keputusan menteri kesehatan republik Indonesia Nomor: 983/Menkes/SK/XI/1992, tentang pedoman organisasi rumah sakit umum yang menyebutkan bahwa tugas rumah sakit mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan (Charles, 2004).

Fungsi Rumah Sakit

Guna melaksanakan tugasnya, rumah sakit mempunyai berbagai fungsi, yaitu menyelenggarakan pelayanan medik; pelayanan penunjang medik dan non medik; pelayanan dan asuhan keperawatan, pengembangan rujukan, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, serta atministrasi umum keuangan.

Secara tradisional, maksud dasar keberadaan rumah sakit adalah mengobati dan perawatan penderita sakit dan terluka. Sehubungan dengan fungsi dasar ini, rumah sakit melakukan pendidikan terutama bagi mahasiswa kedokteran, perawat, dan personel lainnya. Penelitian telah juga merupakan fungsi penting. Dalam zaman modern ini fungsi keempat, yaitu pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat juga telah menjadi fungsi rumah sakit. Jadi, empat fungsi dasar rumah sakit adalah pelayanan penderita, pendidikan, penelitian, dan kesehatan rumah sakit (Charles, 2004).

Klasifikasi Rumah Sakit

Suatu sistem klasifikasi rumah sakit yang seragam diperlukan untuk memberi kemudahan mengetahui indentitas, organisasi, jenis pelayanan yang diberikan, kepemilikan, dan kapasitas tempat tidur. Samping itu, agar dapat mengadakan evaluasi yang lebih tepat untuk suatu golongan rumah sakit tertentu.

Rumah sakit dapat dikasifikasikan berdasarkan berbagai criteria sebagai berikut:

1.      Kepemilikan

Klasifikasi berdasarkan kepemilikan terdiri dari rumah sakit pemerintah. Di Indonesia, rumah sakit pemerintah terdiri atas rumah sakit vertikal yang langsung dikelolah oleh Departemen Kesehatan; rumah sakit pemerintah daerah, rumah sakit militer, dan rumah sakit BUMN.

2.      Jenis pelayanan

Berdasarkan jenis pelayanannya, rumah sakit terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Rumah sakit umum memberi pelayanan kepada berbagai penderita dengan berbagai jenis kesakitan, memberi pelayanan diagnosis dan terapi untuk berbagai kondisi medik, seperti penyakit dalam, bedah, pediatrik, psikiatri, ibu hamil, dan sebagainya. Rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang member pelayanan diagnosis dan pengobatan untuk penderita dengan kondisi medic tertentu baik bedah maupun non bedah.

3.      Lama Tinggal

Berdasarkan lama tinggal, rumah sakit terdiri atas rumah sakit perawatan jangka pendek dan jangka panjang. Rumah sakit perawatan jangka pendek adalah rumah sakit yang merawat penderita selama rata-rata kurang dari 30 hari, misalnya penderita yang dengan kondisi penyakit akut dan kasus darurat, biasanya dirawat di rumah sakit kurang dari 30 hari. Rumah sakit perawat jangka panjang adalah rumah sakit yang merawat penderita dalam waktu rata-rata 30 hari atau lebih. Penderita demikian mempunyaikesakitan jangka panjang.

4.      Kapasitas Tempat Tidur

Rumah sakit pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan kapasitas tempat tidur sebagai pola berikut:

a.       Di bawah 50 tempat tidur

b.      50-99 tempat tidur

c.       100-199 tempat tidur

d.      200-299 tempat tidur

e.       300-399 tempat tidur

f.       400-499 tempat tidur

g.      500 tempat tidur dan lebih.

5.      Afilasi Pendidikan

Rumah sakit berdasarkan afilisasi pendidikan terdiri atas dua jenis, yaitu rumah sakit pendidikan dan rumah sakit non pendidikan. Rumah sakit pendidikan adalah rumah sakit yang melaksanakan program pelatihan residensidalam medik, bedah, pediatrik, dan bidang spesialis lain. Rumah sakit yang tidak memiliki program pelatihan residensi dan tidak ada afilasi rumah sakit dengan universitas disebut rumah sakit nonpedidikan.

6.      Status akreditasi

Rumah sakit berdasarkan status akreditasi terdiri atas rumah sakit yang telah diakreditasi dan rumah sakit yang belum diakreditasi. Rumah sakit yang telah diakreditasi adalah rumah sakit yang telah diakui secara formal oleh suatu badan sertifikasi yang diakui, yang menyatakan bahwa suatu rumah sakit telah memenuhipersyaratan untuk melakukan kegiatan tertentu (Charles, 2004).

B. Gambaran Umum Perawat

Definisi Perawat

Perawat adalah orang yang dididik menjadi tenaga paramedik untuk menyelengarakan perwatan orang sakit atau secara khusus untuk mendalami bidang perawatan tertentu. Jika dokter lebih berfokus pada usaha untuk menghadapi penyakit pasiennya, maka perawat lebih memusatkan perhatian pada reaksi pasien terhadap penyakitnya dan berupaya untuk membantu mengatasi penderitaan pasien terutama penderitaan batin, dan bila mungkin mengupayakan jangan sampai penyakitnya komplikasi.

Perawat merupakan salah satu komponen penting dan strategis dalam pelaksanaan layanan kesehatan. Kehadiran dan peran perawat tidak dapat diabaikan. Dalam menjalankan tugasnya tersebut, seorang perawat dituntut untuk memahami proses dan standar praktik perawat (Sudarma, 2008).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan  Repoblik Indonesia Nomor 647/Menkes/SK/IV/2000 tentang Registrasi dan Praktik Keperawatan, yang kemudian diperbaharui dengan Kepmenkes RI No. 1239/Menkes/SK/XI/2001, dijelaskan bahwa perawat adalah orang yang telah lulus dari pendidikan perawat, baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Asmandi, 2008).

Fungsi Perawat

Dalam praktik keperawatan fungsi perawat terdiri atas 3 (tiga) fungsi yaitu, fungsi independen, interdependen, dan fungsi dependen.

a.       Fungsi independen

dalam fungsi ini tindakan perawat bersifat tidak memerlukan perintah dokter. Tindakan perawat bersifat mandiri berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. Oleh karena itu, perwat bertanggung jawab terhadap akibat yang timbul dari tindakan yang diambil. Misalnya, membantu pasien dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

b.      Fungsi interdependen

tindakan perawatan berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau tim kesehatan lain. Fungsi ini tampak ketika perawat bersama tenaga kesehatan lain berkolaborasi mengupayakan kesembuhan pasien. Mereka biasanya tergabung dalam sebuah tim yang dipimpin oleh seorang dokter.  Contoh tindakan ini adalah menagani ibu hamil yang menderita diabetes, perawat bersama tenaga ahli gizi berkolaborasi membuat rencana untuk menetukan kebutuhan makanan yang diperlukan ibu hamil dan perkembangan janin.

c.       Fungsi dependen perawat

dalam fungsi ini perawat bertindak membantu dokter dalam memberikan pelayan medis. Perawat membantu dokter memberikan pelayanan pengobatan dan tindakan khusus yang menjadi kewewenangan dokter (Sudarma, 2008).

About these ads

Tag:, , , , , ,

6 responses to “GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT DAN PERAWAT”

  1. uzie says :

    blognya bagus sekali,,untuk daftar pustaka boleh tau apa judul buku dan siapa pengarangnya??makasih ^-^

  2. mardiana says :

    gambarnya bgus n lcu- lcu……….
    (‘v’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.