METODE SIMPLEKS

Metode simpleks adalah suatu metode yang secara sistematis penyelesaian pemrograman linear dimulai dari suatu penyelesaian basis yang fisibel ke penyelesaian dasar fisibel lainnya, yang dilakukan berulang-ulang (iteratif) sehingga tercapai suatu penyelesaian optimum. Untuk memecahkan persoalan dengan metode simpleks, model pemrograman linear harus dalam model persamaan (2.1) dan (2.2) (model persamaan ini dapat dilihat di https://ko2smath06.wordpress.com/2011/03/11/pemrograman-linear/). (Herjanto, 2008).

Untuk memecahkan persoalan dengan metode simpleks, model pemrograman linear harus dalam bentuk standar, adapun langkah-langkah pemecahan pemrograman linear dengan metode simpleks sebagai berikut (Aminudin, 2005):

1).  Formulasi dan standarisasikan modelnya.

Beberapa aturan bentuk standar pemrograman linear:

  • Semua batasan/kendala adalah persamaan (dengan sisi kanan non-negatif).
  • Semua varibel keputusan adalah non-negatif.
  • Fungsi tujuan dapat berupa maksimasi dan minimasi.

2).      Bentuk tabel awal simpleks berdasarkan informasi model di atas

3).      Tentukan kolom kunci di antara kolo-kolom variabel yang ada, yaitu kolom yang mengandung nilai (cj Zj) positif terbesar untuk kasus maksimasi dan atau mengandung nilai (cj Zj) negatif terbesar untuk kasus minimasi.

4).      Tentukan baris kunci di antara baris-baris variabel yang ada, yaitu baris yang memiliki rasio kuantitas dengan nilai positif terkecil.

Rasio kuantitas ke-i =

5).      Bentuk tabel berikutnya dengan memasukkan variabel pendatang ke kolom variabel dasar dan mengeluarkan variabel perantau dari kolom tersebut, serta lakukan transformasi baris-baris variabel. Dengan menggunakan rumus transformasi sebagai berikut:

  • Baris baru selain baris kunci = baris lama – (rasio kunci x baris kunci lama)
  • Baris kunci baru =

Keterangan: Rasio kunci =

6).      Lakukan uji optimalitas. Dengan kriteria jika semua kofisien pada baris (cj Zj) sudah tidak ada lagi yang bernilai positif (untuk kasus maksimasi) atau tidak lagi bernilai negatif (untuk kasus minimasi), berarti tabel sudah optimal. Jika kriteria di atas belum terpenuhi maka diulangi mulai dari langkah ke-3 sampai ke-6, hingga terpenuhi kriteria tersebut.

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s